Kunjungan Pengusaha Jepang ke Ekselenta

KUNJUNGAN PENGUSAHA JEPANG KE EKSELENTA

Pengusaha Jepang dari Osaka berkunjung ke Ekselenta di Yogya maupun di Klaten. Takuya Ono, businessman asal Osaka ini menyatakan ketertarikannya bekerjasama dengan Indonesia khususnya berkaitan dengan Tenaga Kerja Ahli SPesifik (Specific Skilled Worker) maupun internship atau pemagangan. 

Jakarta —  Team Ekselenta menerima kunjungan Kumpulan pengusaha Jepang asal Osaka pada tanggal 16 Oktober 2019. Kunjungan Takuya ono ini dalam rangka membicarakan kebutuhan tenaga kerja asing yang sangat besar di Jepang. Ditemani dengan Iwan Kurniawan,  pengusaha kaya dari Osaka ini diterima oleh Gota Jasmin , perwakilan Ekselenta dan menyatakan siap memenuhi kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja Indonesia. Ekselenta saat ini tengah tengah fokus terhadap program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga Ekselenta percaya diri bisa mengirimkan tenaga kerja yang ahli dan siap bekerja . “Saya menyambut baik kunjungan ini karena pada waktu yang sama Ekselenta fokus dan memberikan prioritas pada program peningkatan kualitas SDM,” kata Gita Djasmin di Klaten hari ini. Turut hadir pada pertemuan ini perwakilan dari kampus UGM, Iwan Kurniawan Pengusaha asal Jakarta dan wakil dari ORD.

Ekselenta kini tengah fokus menggenjot peningkatan kompetensi SDM melalui Ekselenta mempunyai Balai Latihan Kerja (BLK) yang terletak di Klaten dan Gita optimistis lulusan BLK mampu bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk di Jepang.  “Kami akan menyesuaikan sistem pelatihan di BLK dengan kebutuhan sektor industri, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia,” tutur Gita.  Guna memuluskan langkah pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang, Gita meminta masukan dari Takuya Ono agar dapat memberikan arahan tentang standar kebutuhan industri di negaranya agar Indonesia bisa menyesuaikan kurikulum pelatihan di BLK.  “Ekselenta akan mengadopsi standar tersebut sebagai standar kompetensi kerja (SKK) khusus yang akan menjadi standar dan pedoman dalam proses pelatihan maupun uji kompetensi bagi calon tenaga kerja yang nantinya akan bekerja di Jepang,” ungkap Gita. 

Pict by : Iwan Stratocaster